Senin, 23 Desember 2013

Struktur Geologi Pulau Jawa


Jawa Barat
            Jawa Barat memiliki  arah pola umum struktur   Timur Laut –Barat Daya (NE-SW) yang disebut pola Meratus, dari data stratigrafi dan tektonik diketahui bahwa pola Meratus merupakan pola yang paling tua. Sesar-sesar yang termasuk dalam pola ini berumur Kapur sampai Paleosen dan tersebar dalam jalur Tinggian Karimun Jawa menerus melalui Karang Sambung hingga di daerah Cimandiri Jawa Barat. Sesar ini teraktifkan kembali oleh aktivitas tektonik yang lebih muda. Pola Sunda lebih muda dari pola Meratus. Data seismik menunjukkan Pola Sunda telah mengaktifkan kembali sesar-sesar yang berpola Meratus pada Eosen Akhir hingga Oligosen Akhir.
Pola Jawa di bagian barat pola ini diwakili oleh sesar-sesar naik seperti sesar Beribis dan sear-sear dalam Cekungan Bogor. Di bagian tengah tampak pola dari sesar-sesar yang terdapat pada zona Serayu Utara dan Serayu Selatan. Di bagian Timur ditunjukkan oleh arah Sesar Pegunungan Kendeng yang berupa sesar naik.
 Menurut Harsono P. (1983) Stratigrafi daerah kendeng terbagi menjadi dua cekungan pengendapan, yaitu Cekungan Rembang (Rembang Bed) yang membentuk Pegunungan Kapur Utara, dan Cekungan Kendeng (Kendeng Bed) yang membentuk Pegunungan Kendeng. Formasi yang ada di Kendeng adalah sebagi berikut:
1. Formasi Kerek
Formasi ini mempunyai ciri khas berupa perselingan antara lempung, napal lempungan, napal, batupasir tufaan gampingan dan batupasir tufaan. Perulangan ini menunjukkan struktur sedimen yang khas yaitu perlapisan bersusun (graded bedding) yang mencirikan gejala flysch. Berdasarkan fosil foraminifera planktonik dan bentoniknya, formasi ini terbentuk pada Miosen Awal – Miosen Akhir ( N10 – N18 ) pada lingkungan shelf. Ketebalan formasi ini bervariasi antara 1000 – 3000 meter. Di daerah Lokasi Tipe, formasi ini terbagi menjadi 3 anggota (de Genevreye & Samuel, 1972), dari tua ke muda masing-masing : a. Anggota Banyu Urip Tersusun oleh perselingan antara napal lempungan, napal, lempung dengan batupasir tuf gampingan dan batupasir tufaan dengan total ketebalan 270 meter. Pada bagian tengah perselingan ini dijumpai batupasir gampingan dan tufaan setebal 5 meter, sedangkan bagian atas ditandai oleh adanya perlapisan kalkarenit pasiran setebal 5 meter dengan sisipan tipis dari tuf halus. Anggota ini berumur N10 – N15 (Miosen Tengah bagian tengah – atas). b. Anggota Sentul Tersusun oleh perulangan yang hampir sama dengan Anggota Banyuurip, tetapi lapisan yang bertufa menjadi lebih tebal. Ketebalan seluruh anggota ini mencapai 500 meter. Anggota Sentul diperkirakan berumur N16 (Miosen Tengah bagian bawah). c. Batugamping Kerek Anggota teratas dari Formasi Kerek ini tersusun oleh perselang-selingan antara batugamping tufan dengan perlapisan lempung dan tuf. Ketebalan dari anggota ini adalah 150 meter. Umur dari Batugamping Kerek ini adalah N17 (Miosen Atas bagian tengah).
2. Formasi Kalibeng
 Formasi ini terletak selaras di atas Formasi Kerek. Formasi ini terbagi menjadi dua anggota yaitu Formasi Kalibeng Bawah dan Formasi Kalibeng Atas. Bagian bawah dari Formasi Kalibeng tersusun oleh napal tak berlapis setebal 600 meter berwarna putih kekuningan sampai abu-abu kebiruan, kaya akan foraminifera planktonik. Asosiasi fauna yang ada menunjukkan bahwa Formasi Kalibeng bagian bawah ini terbentuk pada N17 – N21 (Miosen Akhir – Pliosen). Pada bagian barat formasi ini oleh de Genevraye & Samuel, 1972 dibagi menjadi Anggota Banyak, Anggota Cipluk, Anggota Kalibiuk, Anggota Batugamping, dan Anggota Damar. Di bagian bawah formasi ini terdapat beberapa perlapisan batupasir, yang ke arah Kendeng bagian barat berkembang menjadi suatu endapan aliran rombakan debris flow, yang disebut Formasi Banyak (Harsono, 1983, dalam Suryono, dkk., 2002). Sedangkan ke arah Jawa Timur bagian atas formasi ini berkembang sebagai endapan vulkanik laut yang menunjukkan struktur turbidit. Fasies tersebut disebut sebagai Formasi Atasangin, sedangkan bagian atas Formasi Kalibeng ini disebut sebagai Formasi Sonde yang tersusun mula – mula oleh Anggota Klitik, yaitu kalkarenit putih kekuningan, lunak, mengandung foraminifera planktonik maupun foraminifera besar, moluska, koral, alga, bersifat napalan atau pasiran dan berlapis baik. Bagian atas bersifat breksian dengan fragmen gamping berukuran kerikil sampai karbonat, kemudian disusul endapan bapal pasiran, semakin ke atas napalnya bersifat lempungan, bagian teratas ditempati napal lempung berwarna hijau kebiruan.
3. Formasi Pucangan
            Di bagian barat dan tengah Zona Kendeng formasi ini terletak tidak selaras di atas Formasi Sonde. Formasi ini penyebarannya luas. Di Kendeng Barat batuan ini mempunyai penyebaran dan tersingkap luas antara Trinil dan Ngawi. Ketebalan berkisar antara 61 – 480 m, berumur Pliosen Akhir (N21) hingga Plistosen (N22). Di Mandala Kendeng Barat yaitu di daerah Sangiran, Formasi Pucangan berkembang sebagai fasies vulkanik dan fasies lempung hitam.
4. Formasi Kabuh
 Formasi Kabuh terletak selaras di atas Formasi Pucangan. Formasi ini terdiri dari batupasir dengan material non vulkanik antara lain kuarsa, berstruktur silangsiur dengan sisipan konglomerat dan tuff, mengandung fosil Moluska air tawar dan fosil – fosil vertebrata berumur Plistosen Tengah, merupakan endapan sungai teranyam yang dicirikan oleh intensifnya struktur silangsiur tipe palung, banyak mengandung fragmen berukuran kerikil. Di bagian bawah yang berbatasan dengan Formasi Pucangan dijumpai grenzbank. Menurut Van Bemmelen (1972) di bagian barat Zona Kendeng (daerah Sangiran), formasi ini diawali lapisan konglomerat gampingan dengan fragmen andesit, batugamping konkresi, batugamping Globigerina, kuarsa, augit, hornblende, feldspar dan fosil Globigerina. Kemudian dilanjutkan dengan pembentukan batupasir tuffaan berstruktur silangsiur dan berlapis mengandung fragmen berukuran kecil yang berwarna putih sampai cokelat kekuningan.
5. Formasi Notopuro
            Terletak tidak selaras di atas Formasi Kabuh. Litologi penyusunnya terdiri dari breksi lahar berseling dengan batupasir tufaan dan konglomerat vulkanik. Makin ke atas, sisipan batupasir tufaan makin banyak. Juga terdapat sisipan atau lensa – lensa breksi vulkanik dengan fragmen kerakal, terdiri dari andesit dan batuapung, yuang merupakan ciri khas Formasi Notopuro. Formasi ini pada umumnya merupakan endapan lahar yang terbentuk pada lingkungan darat, berumur Plistosen Akhir dengan ketebalan mencapai lebih dari 240 meter.
6. Formasi Undak Bengawan Solo
 Endapan ini terdiri dari konglomerat polimik dengan fragmen batugamping, napal dan andesit di samping batupasir yang mengandung fosil-fosil vertebrata, di daerah Brangkal dan Sangiran, endapan undak tersingkap baik sebagai konglomerat dan batupasir andesit yang agak terkonsolidasi dan menumpang di atas bidang erosi pad Formasi Kabuh maupun Notopuro.

Jawa Tengah
            Daerah Jawa Tengah merupakan bagian yang sempit diantara bagian yang lain dari pulau jawa. Derah Jawa Tengah tersebut terbentuk oleh dua pegunungan yaitu Pegunungan Serayu Utara yang berbatasan dengan jalur Pegungungan Bogor di sebelah barat dan Pegunungan Kendeng di sebeah timur, serta Pegunungan Serayu Selatan yang merupakan terusan dari Depresi Bandung di Jawa Barat. Di jawa tengahdapat pula ditemui di gunung bujil yang berupa dike basaltik yang memotong farmasi karang sambung di bayat dapat ditemui diperbukitan jiwo berupa dike basaltik dan stok gabroik yang memotong sekis kristalin dan farmasi gampin wungkal.magmatisme oligosen miosen tengah pulau jawa terbentuk oleh rangkaian gunung api yang berumur oligosen-meosen tengah dan poliosen-kuarter.
Fisiografi dan pagunungan regional
Stratigrafi pegunugan kulon progo daerah penelitian yang merupakan daerah sebelah timur dari pegunungan serayu selatan,secara stratigrafis termasuk daerah kulon progo.unit stratigrafis yang paling tua di daerah pegunungan kulon progo dikenal dengan formasi nanggulan.
1)      Formasi nanggulan :merupakan farmasi yang paling tua di daerah pegunungan kulon progo.slingkapan batuan-batuan penyusun dari farmasi nanggulan,dijumpai di sekitar desa nanggulan,yang merupakan kaki sebelah timur dari pegunungan kulon progo.
2)      Formasi andesit :merupakan tua Batuan penyusun dari formasi ini trdiri atas braksi andesit,tuf,tuf tapili,aglomerat dan sisipan aliran lava andesit.formasi andesit ini dengan ketebalan 500 meter mempunyai kedudukan yang tidak selaras di atas formasi nanggulan.
3)      Formasi jonggrangan :merupakan suatu desa yang ketinggiannyan di atas 700 meter dari muka air laut dan disebut sebagai plato jonggrangan.bagian bawah dari formasi ini terdiri dari konglomerat yang ditumpangi oleh napal tufan batu pasir gampingan dengan sisipan lignit.batuan ini semakin ke atas menjadi batu gamping koral,formasi jonggrangan ini terletak secara tidak selaras teletak di atas formasi andesit tua.ketebalan dari formasi janggrangan mencapai sekitar 250 meter 
4)      Formasi sentolo : Litologi penyusun formasi sentolo ini dibagian bawah, terdiri dari agromerit dan napal,semakin ke atas berubah menjadi batu gamping berlapis dengan fasies neritik.umur formasi sentolo ini berdasarkan penelitian terhadap fosil foraminifera plantonik adalah berkisar antara Miosen awal sampai Pliosen.formasi sentolo ini mempunyai ketebalan sekitar 950 meter.

Geologi Regional Cekungan Jawa Timur.
Secara geologi Cekungan Jawa Timur terbentuk karena proses pengangkatan dan ketidakselarasan serta proses-proses lain, seperti penurunan muka air laut dan pergerakan lempeng tektonik. Tahap awal pembentukan cekungan tersebut ditandai dengan adanya half graben yang dipengaruhi oleh struktur yang terbentuk sebelumnya. Tatanan tektonik yang paling muda dipengaruhi oleh pergerakan Lempeng Australia dan Sunda. Secara regional perbedaan bentuk struktural sejalan dengan perubahan waktu.Pegununggan serayu utara memliki las 30-50 km,pada bagian barat di batasi oleh gunung selamet dan di bagian timur ditutupi oleh endapan gunung api muda.Gunung perahu dan gunung ungaran merupakan gunug api kwarter yang menjadi bagian paling timur dari pegunungan serayu utara.Daerah gunung ungaran ini di sebelah utara berbatasan dengan dataran aluvial jawa di bagian utara ,di bagian selatan merupakan jalur pegunungan api kwarter, di bagian tmur berbatasan dengan pegunungan kendeng .Di bagian utara pulau jawa ini merupakan geo sinklin yang memanjang dari barat ke timur.
a.       Batuan Pra-Tersier
      Merupakan semua batuan yang berumur lebih tua dari Tersier, mendasari batuan Kenozoikum biasanya telah mengalami ubahan. Di Jawa Timur bagian Utara batuan Pra-Tersier tidak tersingkap di permukaan dan kehadirannya hanya dapat diketahui dari sumur-sumur pemboran yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan minyak bumi yang beroperasi di Indonesia. Batuan Pra-Tersier terletak secara tidak selaras di bawah batuan Sedimen-Tersier.
b.      Formasi Ngimbang
      Sedimen yang terjadi di Formasi Ngimbang berupa batulempung, batupasir dan batuan karbonat yang terendapkan pada lingkungan darat-fluvial deltaic sampai laut dangkal. Formasi ini berumur Eosen Tengah sampai Oligosen Tengah Eosen Tengah-Oligosen tengah, terjadi proses sedimentasi pertama didaerah cekungan dengan terendapnya Formasi Ngimbang.
c.       Formasi Kujung
      Formasi Kujung pada bagian tinggiannya, berkembang sebagai batugamping terumbu, sedangkan di daerah cekungan berkembang sebagai batugamping klastik dan batulempung. Proses transgresi terus berlangsung hingga pada masa Oligosen Tengah – Miosen Bawah.
d.      Formasi Tuban
      Pada daerah tinggian Formasi Tuban, berkembang batu gamping terumbu sebagai kelanjutan pertumbuhan terumbu Formasi Kujung sedangkan di daerah cekungan diendapkan secara dominan batulempung dan batulanau dengan sisipan batugamping klastik. Pengaruh proses transgresi yang lebih besar pada umur Miosen Tengah – Miosen Atas menyebabkan seluruh daerah tinggian menjadi tenggelam.
e.       Formasi Ngrayong
 Formasi ini ditandai dengan adanya lapisan batupasir kuarsa dan batugamping klastik. Ciri litologinya adalah batulempung dan batupasir, dengan sedikit sisipan batugamping. Umur Formasi Ngrayong adalah Miosen Tengah. Formasi Ngrayong terletak selaras di atas Formasi Tuban dan diendapkan secara selaras di bawah Formasi Wonocolo.
f.       Formasi Wonocolo
Formasi Wonocolo terdiri dari batulempung karbonat berwarna kelabu yang halus serta marl dengan batugamping yang keras berwarna putih. Ciri pengenal adalah napal, napal lempungan, napal pasiran, kaya akan foraminifera plangtonik dengan sisipan kalkarenit. Stratigrafinya adalah Miosen Akhir bagian bawah- Miosen akhir bagian tengah atau Zona N15-N16 (Blow,1969).
g.      Formasi Kawengan
Formasi Kawengan terdiri dari dua anggota (member) yaitu :
·         Member Mundu (Pliosen Awal – Pliosen Akhir), yang tersusun oleh napal dan napal pasiran serta batugamping pasiran. Formasi ini terendapkan setelah Formasi Ledok yang dipengaruhi oleh proses regresi ke transgresi.
·         Member Ledok (Miosen Awal- Pliosen Awal), yang tersusun oleh batupasir gampingan, batugamping pasiran dan napal, formasi ini diendapkan di atas Formasi Wonocolo. Batugamping terumbu pada formasi ini oleh sebagian peneliti disebut Karren Limestone.
h.      Formasi Lidah
Formasi Lidah didominasi oleh endapan napal, yang dipengaruhi oleh proses transgresi yang terus berlangsung hingga Pleistosen, sehingga menyebabkan pendalaman daerah cekungan. Ciri pengenalnya adalah lempung biru tua yang monoton, bagian atas satuan ini dijumpai lapisan batupasir kwarsa sedangkan Anggota Malo dari Formasi Lidah terdiri atas batugamping Coquina.




Sumber:

Bemmelen K.W.Van.1949. The Geology of Indonesia vol.general Geology of Indonesia and Adjecent Archipelagoes.Government Printing Office : Haque.
Putnam John.1964. Geology.Oxford Univercity Press : New York.
Whittow Jhon.1984.Dictionary of phisical Geography.penguin Books : Hiedlesex.
Lluly,james,Cs.1963.Principle of Geology.Modern Asia Editions.Tokyo
Herrels,Robert M.1951.A Texbook of Geology. Harper & Erotners Publisehers,New york.

Contoh Kisi-Kisi dan Evaluasi Soal Geografi SMA kelas X (Konsep dan Pengertian Geografi)


No Tema Contoh Soal Bobot Skor
1 Pengertian Geografi 1. Berdasarkan istilah geografi berasal dari bahasa Yunani yang berarti ….. Mudah 5
    a. Gambaran kehidupan di bumi    
    b. Ilmu yang mempelajarai bumi dan antariksa    
    c. Ilmu yang mempelajari bumi dengan segenap prosesnya    
    d. Ilmu yang mempelajari gejala-gejala atmosfer    
    e. Lukisan tentang bumi    
       
2 Konsep Geografi 2. Konsep-konsep dasar geografi yang dipahami dalam mempelajarai geografi antara lain ... Mudah  5
    a. Lingkungan, aglomerasi, jarak, deskripsi    
    b. Aglomerasi, lokasi dan korologi    
    c. Keterjangkauan, Diferensiasi Area, Pola    
    d. Persebaran, interelasi, deskripsi, korologi    
    e. Keruangan, lingkungan dan komplek wilayah    
       
3 Konsep Geografi 3. Gempa bumi dengan 7,9 skala richter terjadi di Sumatera Barat pada 30 september 2009. Hal ini menggunakan konsep geografi … Sedang  5
    a. Keterjangkauan, jarak     
    b. Lokasi, Pola     
    c. Pola, Keterkaitan ruang     
    d. Nilai Guna, aglomerasi    
    e. Morfologi, Lokasi    
       
4 Konsep Geografi 4. Konsep geografi keterjangkauan ada pada pernyataan ... Sedang 5
    a. Bukit Barisan dengan relief tidak rata    
    b. Persebaran penduduk di memanjang di garis pantai    
    c. Kepuluaan Mentawai dapat ditempuh dengan kapal boat    
    d. Desa dan kota mempunyai fungsi masing-masing    
    e. Pulau Batam sebagai kawasan industri berikat    
       
5 Prinsip Geografi 5. Perhatikan pernyataan berikut : Mudah 5
    1. Persebaran 4. Interelasi    
    2. Aglomerasi 5. Kompleks Wilayah    
    3. Deskripsi 6. Lingkungan    
    Dari pernyataan di atas, prinsip geografi terdapat pada nomor ….    
    a. 1, 2 dan 4     
    b. 1, 3 dan 4     
    c. 1, 3 dan 6    
    d. 2, 3 dan 5    
    e. 3, 4 dan 6    
       
6 Objek Studi Geografi 6. Geografi merupakan studi tentang persamaan dan perbedaan geosfer. Oleh karena itu, geosfer merupakan objek …. Sulit 5
    a. Regional geografi     
    b. Material geografi     
    c. Lingkungan geografi    
    d. Fungsional geografi    
    e. formal geografi    
       
7 Objek Studi Geografi 7. Objek formal dalam geografi diartikan sebagai .. Sedang 5
    a. Kajian geografi yang meliputi atmosfer, litosfer, hidrosfer, biosfer dan antroposfer    
    b. Metode pendekatan yang digunakan dalam mengkaji masalah    
    c. Metode pendekatan berbasis objek    
    d. Metode pendekatan formal    
    e. Kajian geografi tentang administrasi geografi    
       
8 Pendekatan Geografi 8. Pendekatan geografi merupakan metode yang digunakan dalam melakukan kajian objek geografi. Pendekatan geografi dapat diibagi pada … Mudah 5
    a. Persebaran, Interelasi, Deskripsi    
    b. Persebaran, Interelasi, Deskripsi dan Korologi    
    c. Keruangan, Distribusi, dan Interelasi    
    d. Keruangan, lingkungan dan komplek wilayah    
    e. Formal dan material    
       
9 Pendekatan Geografi 9. Kawasan perkebunan berbeda dengan kawasan industri dalam fungsinya. Pendekatan yang digunakan dalam pendekatan tersebut ialah … Sulit 5
    a. Aglomerasi     
    b. Komplek Wilayah     
    c. Lingkungan    
    d. Korologi    
    e. Keruangan    
       
10 Prinsip Geografi 10. Gambaran fenomena geografi dapat ditampilkan melalui prinsip ... Sedang 5
    a. Persebaran     
    b. Deskripsi     
    c. Lingkungan    
    d. Korologi    
    e. Interelasi    
       
11 Prinsip Geografi 11. Pembangunan daerah perkotaan dengan mengkaji dari aspek kehidupan yang mendukung kota tersebut dikaji dengan prinsip … Sulit 5
    a. Interelasi     
    b. Pemerataan     
    c. Korologi    
    d. Persebaran    
    e. Distribusi    
       
12 Prinsip Geografi 12. Penduduk di pulau Jawa lebih padat dibandingkan dengan pulau-pulau lainnya di Indonesia. Prinsip yang digunakan … Sedang  5
    a. Distribusi     
    b. Korologi     
    c. Interelasi     
    d. Pemerataan    
    e. Persebaran    
       
13 Ilmu Bantu Geografi 13. Pergerakan air laut serta persebaran air dipermukaan bumi dikaji melalui disiplin ilmu …. Sulit 5
    a. Geologi dan demografi    
    b. Geomorfologi dan geologi    
    c. Oseanografi dan Hidrologi    
    d. Meteorologi dan Klimatologi    
    e. Geomorfologi dan hidrologi    
       
14 Ilmu Bantu Geografi 14. Ilmu yang mempelajari tentang peta sebagai bagian disiplin ilmu geografi ialah … Mudah  5
    a. Hidrologi     
    b. Kartografi     
    c. Geomorfologi     
    d. Oseanografi    
    e. Pedologi    
       
15 Ilmu Bantu Geografi 15. Geografi tidak saja didukung oleh disiplin ilmu fisik tetapi unsur teknik juga ada. Yang tergolong ilmu teknik ialah … Sedang 5
    a. Meteorologi        
    b. Hidrologi     
    c. Geomorfologi     
    d. Kartografi     
    e. Demografi    
       
  Essay Pilih Dari Salah Satu Soal    
1 Prinsip Geografi 1.Analisislah prinsip persebaran yang terkandung berdasarkan gambar tersebut! (banjir) Sulit 25
2 Konsep Geografi Menurut Para Ahli 2. Bagaimana konsep geografi menurut Bintarto! Sedang 25
3 Pendekatan Geografi 3.Sebutkan pendekatan apa yang digunakan untuk pengembangan objek wisata Pantai Kenjeran! Kemukakan alasanmu! Sulit 25

Isotim Isodapane

Isotim adalah garis yang mewakili poin dari biaya transportasi yang sama dari satu sumber bahan baku atau satu pasar atau dapat pula dikatakan garis yang menghubungkan titik-titik dari biaya transportasi yang sama. Isotims berpotongan untuk beberapa bahan / produk memungkinkan isodapanes yang bisa ditarik dengan menghubungkan titik persimpangan.
Isodapane merupakan garis-garis yang menghubungkan tempat yang memiliki kenaikan biaya transportasi yang sama besarnya biaya di atas biaya transportasi lokal minimum.
Isotim isodapane berkaitan erat dengan teori Weber, dimana untuk lebih mengeksplorasi lokasi perusahaan, Weber juga menciptakan dua konsep :
1.      Yang pertama adalah dari sebuah isotim, yang merupakan garis biaya transportasi yang sama untuk setiap produk atau materi.
2.      Yang kedua adalah isodapane yang merupakan garis biaya transportasi total. Isodapane ini ditemukan dengan menambahkan semua isotims di lokasi. Alasan untuk menggunakan isodapanes adalah untuk secara sistematis memperkenalkan komponen tenaga kerja ke dalam teori locational Weber


sumber :

Geography: An Integrated Approach oleh David Waugh, penerbit Nelson Thornes tahun 2002, united kingdom

Tugas Geografi Pariwisata (fasilitas apa yang harus dibangun di tempat wisata?)


Fasilitas untuk pengembangan wisata yang harus dibangun fasilitas :
Hotel
Tempat parkir
Pemandian umum
Motel
Puskesmas
Tempat penjualan souvenir + ATM centre
Rumah makan atau restaurant
Mercusuar
Tugu peringatan
Tempat persewaan sarana wisata
Mini market + ATM centre
Pom bensin
Halte bus

Alasan pemberian fasilitas tersebut :
            Hotel 
Bagi wisatawan      : Wisatawan membutuhkan tempat menginap apabila wisatanya lebih dari semalam sehingga membutuhkan tempat penginapan. Hotel menjadi salah satu alternative bagi wisatawan untuk menginap. Biasanya hotel membidik masyarakat menengah ke atas. Walaupun relative mahal, pelayanan yang diberikan hotel lebih baik daripada motel.
Bagi masyarakat       : Hotel sangat memerlukan berbagai macam bahan makanan untuk memenuhi kebutuhan makanan para tamu. Untuk memenuhi kebutuhan akan bahan makanan, seperti daging, sayuran, dan buah-buahan ini biasanya hotel membeli dari masyarakat sekitar dengan memperhatikan kualitas barang. Dengan semakin banyaknya kebutuhan akan bahan makanan, maka hal ini memberi peluang dan mendorong para petani dan peternak yang berada di sekitar hotel untuk meningkatkan produksi tanpa menghilangkan kualitas hasil pertanian.
Bagi daerah wisata         : Dengan adanya hotel yang membuat wisatawan dapat betah berwisata di tempat tersebut secara otomatis akan meningkatkan pamor daerah wisata itu dimata wisatawan sehingga jumlah wisatawan dapat meningkat.
Tempat parkir
Bagi wisatawan              : wisatawan tidak perlu bingung dalam memarkir kendaraannya apabila berada di daerah wisata. Sehingga dalam diri wisatawan akan timbul rasa kenyamanan dan aman akan tempat wisata itu.
Bagi masyarakat             : Terbukanya lapangan kerja sebagai tukang parkir tentu memberikan dampak positif terhadap masyarakat. Pengangguran di sekitar daerah wisata tersebuh dapat diminimalisir.
Bagi daerah wisata         : Banyaknya wisatawan yang datang karena percaya pada keamanan dan kenyamanan daerah wisata memberikan pemasukan dari parkir terhadap pengembangan daerah wisata.
Pemandian umum
Bagi wisatawan            : wisatawan tidak perlu bingung dalam mencari pemandian umum setelah selesai berenang di pantai. Sehingga dalam diri wisatawan akan timbul rasa kenyamanan berwisata di tempat itu.
Bagi masyarakat           : Terbukanya lapangan kerja sebagai penjaga kamar mandi tentu memberikan dampak positif terhadap masyarakat. Pengangguran di sekitar daerah wisata tersebuh dapat diminimalisir.
Bagi daerah wisata       : Banyaknya wisatawan yang datang karena percaya pada kenyamanan daerah wisata memberikan pemasukan dari pemandian umum terhadap pengembangan daerah wisata.
Motel 
Bagi wisatawan              : Wisatawan membutuhkan tempat menginap apabila ingin berwisata lebih dari semalam sehingga membutuhkan tempat penginapan. Motel menjadi salah satu alternative bagi wisatawan kelas menengah hingga kelas bawah untuk menginap karena harganya yang lebih terjangkau disbanding hotel.
Bagi masyarakat             : motel sangat memerlukan berbagai macam bahan makanan untuk memenuhi kebutuhan makanan para tamu. Untuk memenuhi kebutuhan akan bahan makanan, seperti daging, sayuran, dan buah-buahan ini biasanya hotel membeli dari masyarakat sekitar dengan memperhatikan kualitas barang. Dengan semakin banyaknya kebutuhan akan bahan makanan, maka hal ini memberi peluang dan mendorong para petani dan peternak yang berada di sekitar motel untuk meningkatkan produksi tanpa menghilangkan kualitas hasil pertanian.
Bagi daerah wisata         : Dengan adanya motel yang membuat wisatawan dapat betah berwisata di tempat tersebut secara otomatis akan meningkatkan pamor daerah wisata itu dimata wisatawan sehingga jumlah wisatawan dapat meningkat.
Puskesmas
Bagi wisatawan            : Apabila wisatawan sakit, dan di sekitar daerah wisata terdapat puskesmas, maka tidak perlu berobat terlalu jauh. Hal ini menimbulkan keefisienan waktu dan biaya bagi wisatawan. Dengan adanya puskesmas maka akan timbul rasa nyaman dalam berwisata.
Bagi masyarakat           : Dengan kehadiran puskesmas, masyarakat tidak akan mengalami kesulitan untuk berobat dan melakukan imunisasi. Tingkat kesehatan masyarakat akan menjadi lebuh baik dengan adanya puskesmas di sekitar lingkungan mereka.
Bagi daerah wisata       : Timbulnya rasa nyaman dalam diri wisatawan dengan hadirnya puskesmas memberikan keuntungan tersendiri bagi daerah wisata dimana hal itu akan meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung.
Tempat penjualan souvenir + ATM centre
Bagi wisatawan              : Tidak lengkap apabila mengunjungi suatu daerah wisata tanpa membeli souvenir sebagai oleh-oleh. Tempat penjualan souvenir yang baik tentu memiliki ATM centre, agar wisatawan dapat kapanpun mengambil uangnya untuk berbelanja souvenir.
Bagi masyarakat             : Dengan adanya tempat penjualan souvenir maka dapat memberikan lapangan pekerjaan kepada masyarakat. Masyarakat dapat membuat souvenir khas dari daerah wisata tersebut dan menjualnya kepada wisatawan sehingga keadaan ekonomi masyarakat daerah itu dapat menjadi lebih baik.
Bagi daerah wisata         : Tempat penjualan souvenir memberikan nilai plus bagi suatu daerah wisata dimana pemasukan daerah wisata itu dapat meningkat dengan hadirnya tempat penjualan tersebut dan secara tidak langsung dapat meningkatkan jumlah wisatawan.
Rumah makan atau restaurant
Bagi wisatawan              : Kehadiran rumah makan atau restaurant memberikan kemudahan kepada wisatawan apabila lapar saat berwisata. Dengan adanya rumah makan atau restaurant di sekitar daerah wisata dan penginapan maka dapat memberikan kepraktisan dan keefisienan waktu dan jarak bagi wisatawan.
Bagi masyarakat             : adanya rumah makan atau restaurant dapat memberikan lapangan pekerjaan kepada masyarakat. Masyarakat dapat bekerja di rumah makan atau restaurant, selain itu rumah makan atau restaurant tentunya membutuhkan bahan-bahan makanan untuk mengolah masakan, tentunya hal ini berimbas pada petani dimana petani merasa diuntungkan dengan hadirnya rumah makan atau restaurant. Petani dapat dengan mudah menjual hasil panennya ke rumah makan atau restaurant itu.
Bagi daerah wisata         : Meningkatkan jumlah wisatawan dan pemasukan daerah wisata dari pajak yang dikenakan kepada rumah makan atau restaurant yang ada di dalam daerah wisata.
Mercusuar
Bagi wisatawan               :  Wisatawan dapat melihat indahnya kedaan pantai pada malam hari saat  cahaya mercusuar menyala
Bagi masyarakat              : Memberikan petunjuk kepada kapal-kapal nelayan saat mencari ikan sehingga nelayan tidak perlu takut apabila tersesat di laut akibat cuaca dan kabut yang ekstrem.
Bagi daerah wisata          :  Dapat meningkatkan jumlah wisatawan secara tidak langsung akibat dari indahnya pantai yang terkena cahaya mercusuar pada malam hari.
Tugu peringatan
Bagi wisatawan            :  Wisatawan merasa aman apabila berwisata ditempat tersebut karena terdapat peringatan dini akan tsunami sehingga dapat dengan cepat menyelamatkan diri
Bagi masyarakat           : Memberikan rasa aman ke[ada masyarakat untuk bersiap-siap apabila ada peringatan dini akan tsunami. Sehingga masyarakat dapat dengan cepat menyelamatkan diri
Bagi daerah wisata       :  Dapat meningkatkan jumlah wisatawan secara tidak langsung
Tempat persewaan sarana wisata
Bagi wisatawan               : Wisatawan mendapatkan kemudahan dalam menikmati berbagai wahana di daerah wisata tersebut. Sehingga wisatawan merasa nyaman berwisata di sana.
Bagi masyarakat              : Memberikan lapangan pekejaan kepada masyarakat sebagai penyewa sarana wisata (contoh : pelampung, peralatn diving, dan lain-lain) sehingga dapat menurunkan angka pengangguran.
Bagi daerah wisata          : Memberikan pemasukan kepada daerah wisata untuk pengembangan selanjutnya.
Mini market + ATM centre
Bagi wisatawan               : Wisatawan mendapatkan kemudahan dalam memenuhi kebutuhannya sehingga efisiensi waktu dan jarak dapat dicapai
Bagi masyarakat              : Memberikan lapangan pekejaan kepada masyarakat (contoh : kasir minimarket, penjaga minimarket, dan lain-lain) sehingga dapat menurunkan angka pengangguran dan masyarakat dapat dengan mudah memenuhi kebutuhan sehari-harinya dengan adanya minimarket
Bagi daerah wisata          : Dapat meningkatkan jumlah wisatawan.
Pom bensin
Bagi wisatawan               : Wisatawan mendapatkan kemudahan dalam membeli bensin untuk kendaraan pribadinya saat berwisata
Bagi masyarakat              : Memberikan lapangan pekejaan kepada masyarakat (contoh : penjaga pom bensin) sehingga dapat menurunkan angka pengangguran.
Bagi daerah wisata          : Dapat meningkatkan jumlah wisatawan secara tidak langsung
Halte bus
Bagi wisatawan            : Dengan adanya halte bus maka wisatawan mendapatkan kemudahan dalam transportasi (keterjangkauan aksesbilitas)
Bagi masyarakat           : Memberikan kemudahan aksesbilitas kepada masyarakat dalam berhubungan dengan daerah lainnya.
Bagi daerah wisata       : Pamor daerah wisata dapat meningkat karena aksesbilitas dan keterjangkauan dengan daerah luar (di luar daerah wisata tersebut) menjadi mudah sehingga secara tidak langsung dapat meningkatkan jumlah wisatawan.

Perencanaan pembangunan letak fasilitas
Hotel
Ø  Tempat pembangunan : di dekat jalan, dekat daerah wisata, kontur landai, menghadap timur, dan dekat tempat penjualan souvenir serta mini market
Ø  Alasan
a.       Di dekat jalan : Agar aksesbilitas menuju hotel dapat dijangkau dengan mudah
b.      Dekat daerah wisata : untuk meningkatkan jumlah tamu yang menginap di hotel tersebut, hal ini pulalah yang menyebabkan biaya menginap di hotel lebih mahal daripada di motel
c.       Kontur landai : Bentuk dan kontur tanah yang landai akan sangat memudahkan dalam proses pembangunan.
d.      Menghadap timur : Lahan yang menghadap arah barat akan sangat buruk efeknya karena menerima sinar matahari sore.
e.       Dekat tempat penjualan souvenir serta mini market : memudahkan tamu-tamu hotel dalam memenuhi kebutuhannya, hal ini berdampak positif terhadap hotel itu sendiri dimana dapat meningkatkan jumlah tamu hotel.
2Tempat parkir
Ø  Tempat pembangunan : di dekat daerah wisata (dekat pintu masuk daerah wisata)
Ø  Alasan
a.       Memudahkan wisatawan utuk memantau kendaraannya sendiri
b.      efisiensi jarak dari tempat  parkir menuju daerah wisata
3Pemandian umum
Ø  Tempat pembangunan : di dekat pantai daerah wisata
Ø  Alasan
a.       Efisiensi jarak dari pantai sehingga wisatawan dapat langsung membilas tubuh sehabis dari pantai
4.Motel 
Ø  Tempat pembangunan : agak jauh dari tempat wisata, di pinggir jalan, di dekat minimarket, dan di daerah kontur landai
Ø  Alasan
a.       Agak jauh dari tempat wisata : hal ini lah yang membuat biaya menginap di  motel lebih murah daripada hotel
b.      Di pinggir jalan : Agar aksesbilitas menuju motel dapat dicapai dengan mudah
c.       Di dekat minimarket : memudahkan pengunjung motel dalam memenuhi kebutuhannya, hal ini berdampak positif terhadap motel itu sendiri dimana dapat meningkatkan jumlah pengunjung motel.
d.      Di daerah kontur landai : Bentuk dan kontur tanah yang landai akan sangat memudahkan dalam proses pembangunan.
5Puskesmas
Ø  Tempat pembangunan : di pinggir jalan, dekat permukiman dan pusat-pusat pelayanan masyarakat, dan di daerah kontur landai
Ø  Alasan :
a.       Di pinggir jalan : Agar aksesbilitas menuju puskesmas dapat dicapai dengan mudah, sehingga pertolongan dapat diberikan segera.
b.      Dekat permukiman dan pusat-pusat pelayanan masyarakat : Agar masyarakat yang ingin berobat dapat menjangkaunya dengan mudah karena jarak yang dekat dengan pusat-pusat pelayanan dan tempat tinggal mereka
c.       Di daerah kontur landai : Bentuk dan kontur tanah yang landai akan sangat memudahkan dalam proses pembangunan.
6Tempat penjualan souvenir + ATM centre
Ø  Tempat pembangunan : berada di dekat rumah makan atau restaurant dan pada daerah kontur landai
Ø  Alasan
a.       di dekat rumah makan : setelah membeli makan diharapkan pengunjung tertarik untuk membeli souvenir
b.      Di daerah kontur landai : Bentuk dan kontur tanah yang landai akan sangat memudahkan dalam proses pembangunan.
7 Rumah makan atau restaurant
Ø  Tempat pembangunan : di dalam daerah wisata dan dekat pemukiman, di pinggir jalan, dan pada daerah kontur landai
Ø  Alasan
a.       di dalam daerah wisata : banyak wisatawan di tempat wisata, hal itu tentu memberikan keuntungan pada pembangunan rumah makan atau restaurant
b.      dekat pemukiman : agar pemenuhan stok bahan mentah untuk memasak di rumah makan atau restaurant dapat terpenuhi
c.       di pinggir jalan : Agar aksesbilitas menuju rumah makan atau restaurant dapat dicapai dengan mudah.
d.      di daerah kontur landai : Bentuk dan kontur tanah yang landai akan sangat memudahkan dalam proses pembangunan.
8Mercusuar
Ø  Tempat pembangunan : Di daerah semenanjung pada kontur tertinggi
Ø  Alasan
a.       Agar cahaya dari lampu mercusuar dapat menjangkau daerah yang lebih luas di lautan sehingga para nelayan dapat terbantu dengan adanya mercusuar
9Tugu peringatan
Ø  Tempat pembangunan : 5 meter dari garis pantai dari semenanjung
Ø  Alasan
a.       Agar tugu peringatan dapat mendeteksi bahaya tsunami lebih cepat sehingga alarm akan bahaya tsunami dapat segera ditanggapi oleh masyarakat
1  Tempat persewaan sarana dan prasarana yang menunjang wisatawan
Ø  Tempat pembangunan : 100 m dari garis pantai, pada daerah kontur landai, dan berada di dalam daerah wisata
Ø  Alasan
a.       Seratus  meter dari garis pantai : untuk meminimalisir dampak pasang air laut dan terpaan ombak
b.      di daerah kontur landai : Bentuk dan kontur tanah yang landai akan sangat memudahkan dalam proses pembangunan.
c.       Berada di daerah wisata : agar barang-barang yang disewakan laku
1  Mini market + ATM centre
Ø  Tempat pembangunan : di dekat hotel dan motel, dekat pusat-pusat sarana prasarana masyarakat, di pinggir jalan, dan pada daerah kontur landai
Ø  Alasan :
a.       di dekat hotel dan motel : membidik pasar para pengunjung atau tamu hotel maupun losmen
b.      dekat pusat-pusat sarana prasarana masyarakat : membidik pasar kalangan masyarakat luas berdasar pusat-pusat strategis
c.       di pinggir jalan : Agar aksesbilitas menuju minimarket dapat dicapai dengan mudah.
d.      di daerah kontur landai : Bentuk dan kontur tanah yang landai akan sangat memudahkan dalam proses pembangunan.
1 Pom bensin
Ø  Tempat pembangunan : di samping jalan utama dan jauh dari pantai
Ø  Alasan :
a.       Di samping jalan utama : karena kendaraan yang melewati jalan utama lebih banyak dan beragam
b.      Jauh dari pantai : agar pantai tidak tercemar limbah dari pom bensin
1Halte bus
Ø  Tempat pembangunan : di samping jalan utama, di depan pom bensin
Ø  Alasan
a.       Di samping jalan utama : banyak penumpang dan aksesbilitas menuju daerah lain lebih mudah
b.      Di depan pom bensin : saat bus kehabisan bensin di tempat itu, maka tidak perlu jauh-jauh mengsinya karena di dekat sana terdapat pom bensin